Ikang Fawzi Duet Dengan Anak Dalam Rekaman

Jakarta, KCM
10 Mei 2004

Ikang Fawzi (44), penyanyi yang juga suami dari artis peran Marissa Haque, mengaku siap kembali memeriahkan dunia musik rekaman Tanah Air. Tapi, sayangnya, ia belum mau bicara banyak, lantaran masih mencari perusahaan yang berminat mengedarkan albumnya kelak.

"Materi lagu semuanya sudah ada, tinggal menyelesaikan proses mixing-nya," kata Ikang yang saat dihubungi tengah pindahan kantor ke Jl Duren Tiga Raya, Jakarta, Senin (10/5).

Kata Ikang lagi, delapan lagu telah disiapkannya untuk album barunya itu. Agar tak ketinggalan dengan selera anak muda masa kini, Ikang pun menggaet sejumlah artis musik muda seperti mantan vokalis ADA Band, Baim, dan Ipang, yang belum lama ini memilih bergabung dengan kelompok bip.

Untuk music director-nya dipercayakan kepada Raidy Noor. "Album saya yang baru ini juga dibantu Gilang Ramadhan dan Eki Soekarno, khususnya untuk lagu Tragedi Anak Buangan," ungkapnya.

Diakui ayah dua anak ini, bersiap kembali masuk dapur rekaman membuatnya grogi. Maklum, album itu akan menjadi albumnya yang pertama setelah ia absen delapan tahun dari dunia rekaman. Terakhir Ikang merilis album Tanpamu pada 1996.

"Grogi itu sudah pasti. Tapi soal bermusik, enggaklah, saya masih PD (percaya diri) banget," ujar Ikang mantap.

Soal alasan keinginannya kembali ke dunia rekaman, aku Ikang, itu karena ia ingin berkomunikasi dengan masyarakat. Toh, selama ia menghilang, banyak orang menanyakan kembalinya Ikang ke dunia rekaman. "Dengan album ini saya berharap bisa kembali berkomunikasi dengan masyarakat. Sekarang target saya bukan lagi harus jadi idola," tutur Wakil Ketua Promosi Bisnis Kadin Pusat ini.

Nah, agar ada sedikit benang merahnya, aku Ikang lagi, di albumnya tersebut ia bakal merilis lagu lamanya yang telah diaransemen ulang, Salam Terakhir, yang diambil dari album Leni dan Cindy (1986). Istimewanya, lagu itu akan dibawakannya bersama anak pertamanya, Isabella Muliawaty Fawzia.

Ada empat lagu yang dibuat Ikang di album yang belum ada judulnya itu. Di antaranya, Tragedi Anak Buangan, Yo Damai Yo, dan Preman Berdasi. "Lagu Preman Berdasi ini kelanjutan dari lagu saya dulu, Preman. Sekarang premannya sudah makin kelihatan jelas. Ternyata preman berdasi jauh lebih bahaya dan kejam ketimbang preman jalanan. Lagu ini saya bikin dengan konsep unplugged," jelas Ikang mengenai isi lagu ciptaannya tersebut.

 

IKANG FAWZI
Direstui Marissa Haque untuk Berduet dengan Isabella

Jakarta, Disctarra.Com
11 Mei 2004

SEMPAT vakum dari dunia musik, kini rocker era 1980-an, Ikang Fawzi, siap kembali beraksi di panggung hiburan. Suami Marissa Haque ini mengaku tengah mempersiapkan penggarapan album terbarunya. Sayang, sampai saat ini belum ada label rekaman yang sepakat berkerja sama dengannya.

Menurut Ikang sendiri, sampai saat ini sudah ada delapan lagu utnuk pengisi albumnya. Supaya musiknya bisa diterima masyarakat, Ikang pun menggandeng beberapa musisi tenar seperti Baim (mantan vokalis ADA Band) dan Ipang (vokalis baru BIP).

Ikang juga mempercayai Raidy Noor sebagai music director-nya, "Album saya yang baru ini juga dibantu Gilang Ramadhan dan Eki Soekarno, khususnya untuk lagu Tragedi Anak Buangan," ungkapnya. Gilang dan Eki berdua merupakan adik-adik iparnya karena mereka menikahi kedua adik isterinya.

Jika terwujud maka album itu akan menjadi albumnya yang pertama setelah ia absen selama delapan tahun dari dunia rekaman. Terakhir Ikang merilis album Tanpamu pada tahun 1996.

Dalam tersebut Ikang juga akan merilis sebuah lagu lamanya yang telah diaransemen ulang, Salam Terakhir, yang dipetik dari album Leni dan Cindy (1986). Istimewanya, lagu itu akan dinyanyikannya berduet bareng anak sulungnya, Isabella Muliawaty Fawzia, yang sekarang sedang tumbuh menjadi gadis remaja. Karuan duet mereka direstui oleh Marissa yang malah bangga karena sang puteri menuruni bakat suaminya.

Selain itu, Ikang juga membuat tiga lagu baru; Tragedi Anak Buangan, Yo Damai Yo, dan Preman Berdasi. "Lagu Preman Berdasi ini kelanjutan dari lagu saya dulu, Preman. Ternyata preman berdasi jauh lebih berbahaya dan kejam ketimbang preman jalanan," ujarnya menyimpulkan.